Showing posts with label Electronics. Show all posts
Showing posts with label Electronics. Show all posts

Tuesday, January 17, 2017

Tentang Resistor - Electroze

Assalamualaikum,

hari ini saya akan berbagi tentang resistor, dari pengertian, karakteristik, maupun fungsinya. Mari disimak ya.

Resistor, adalah suatu komponen elektronik, yang didesain sebagai penghambat (tahanan) tegangan dan arus listrik. fungsi secara spesifik dari resistor ini untuk membatasi/menghambat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian. tetapi resistor sebenarnya memiliki berbagai macam fungsi diantaranya adalah; untuk menurunkan tegangan, membagi tegangan, mengatur arus listrik dan tegangan sesai dengan keinginan. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm (Omega O).

RESISTOR, PENGERTIAN, KARAKTERISTIK DAN FUNGSINYA - ELECTROZE

Simbol - simbol resistor 

Simbol - simbol resistor - Electroze

Nilai Toleransi Resistor

Resistor memiliki nilai toleransi. nilai toleransi berguna untuk  mengetahui apakah nilai resistansi yang berubah pada suatu  resistor karena penggunaan resistor tersebut dalam jangka waktu tertentu masih dinyatakan baik atau tidak. jika nilai resistansi yang berubah melebihi nilai toleransinya maka resistor harus diganti. Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).

Nilai resistor dapat diketahui dengan kode warna dan kode huruf pada resistor. Resistor dengan nilai resistansi ditentukan dengan kode warna dapat ditemukan pada resistor tetap dengan kapasitas daya rendah, sedangkan nilai resistor yang ditentukan dengan kode huruf dapat ditemui pada resistor tetap daaya besar dan resistor variable.

Kode Warna Resistor

Kode Warna Resistor - ELECTROZE



1. Resistor Dengan 4 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1 dan ke 2 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 3 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warnake 4 menunjukan nilai toleransi resistor.

2. Resistor Dengan 5 Cincin Kode Warna

Maka cincin ke 1, ke 2 dan ke 3 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 4 merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warna ke 5 menunjukan nilai toleransi resistor.

3. Resistor Dengan 6 Cincin Warna

Resistor dengan 6 cicin warna pada prinsipnya sama dengan resistor dengan 5 cincin warna dalam menentukan nilai resistansinya. Cincin ke 6 menentukan coefisien temperatur yaitu temperatur maksimum yang diijinkan untuk resistor tersebut.


Kode Huruf Resistor 

Kode Huruf Resistor - Electroze

Kapasitas Daya Resistor

Setiap resistor memiliki kapasitas daya berbeda beda, untuk mengenali seberapa besar nilai kapasitas daya resistor dapat dilihat dari ukuran fisik resistornya, dan resistor yang memiliki ukuran fisik yang besar biasanya sudah tertera tulisan nilai dalam satuan watt pada badan resistor tersebut. Kapasistas daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan  oleh resistor tersebut. Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan. Kebutuhan daya resistor harus cukup dan sesuai dengan kebutuhan arus pada rangkaian, agar tidak terjadi kerusakan (bisa jadi terbakar) pada resistor karena daya yang melewatinya terlalu besar dari kapasitas daya resistor itu sendiri. dan tentunya kerusakan ini bisa merambat ke komponen lainya pada suatu rangkaian.

Jenis Resistor

dilihat dari bahan pembuatannya, resistor memiliki beberapa jenis, antara lain:


1. Resistor Arang 

Resistor Arang - Electroze

adalah resistor yang paling sering kita jumpai dipasaran. resistor ini terbuat dari bahan arang atau karbon. Jenis resistor ini biasanya memiliki kapasitas daya 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt, 2 Watt dan 3 Watt.

2. Resistor Kawat 


Resistor Kawat - Electroze


Resistor  yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan. Nilai resistansinya ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. Resistor jenis ini pada umumnya dibuat dengan kapasitas daya yang besar.

3. Resistor Oksida Logam

Resistor Oksida Logam - Electroze

Sering dikenal dengan nama resistor metal film. resistor metal film ini mirip denganresistor kabon hanya beda warna dan jumlah cicin warna yang digunakan dalam penilaian resistor tersebut. Resistor ini dibuat dengan bahan utama oksida logam.

selain dari bahan, resistor juga memiliki 2 jenis berdasarkan nilai toleransi. yaitu:

1. Resistor Tetap ( Fixed Resistor)

Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Resistor jenis ini biasa digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai pembatas arus dalam suatu rangkaian elektronika.

2. Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)

Resistor tidak tetap atau variable resistor terdiridari 2 tipe yaitu :
  • Pontensiometer, tipe variable resistor yang dapat diatur nilai resistansinya secara langsung karena telah dilengkapi dengan tuas kontrol. Potensiometer terdiri dari 2 jenis yaitu Potensiometer Linier dan Potensiometer Logaritmis
  • Trimer Potensiometer, yaitu tipe variable resistor yang membutuhkan alat bantu (obeng) dalam mengatur nilai resistansinya. Pada umumnya resistor jenis ini disebut dengan istilah “Trimer Potensiometer atau VR”
  • Thermistor, yaitu tipe resistor variable yangnilairesistansinya akan berubah mengikuti suhu disekitar resistor. Thermistor terdiri dari 2 jenis yaitu NTC dan PTC. Untuk lebih detilnya thermistor akan dibahas dalam artikel yang lain.
  • LDR (Light Depending Resistor), yaitu tipe resistor variabel yang nilai resistansinya akan berubah mengikuti cahaya yang diterima oleh LDR tersebut.

Friday, November 18, 2016

Kendali Motor Servo sederhana dengan menggunakan ATMEGA8535 - ELECTROZE

Assalamualaikum

Sebelumnya sudah tahu kan motor servo ? kalau belum, Motor servo adalah sebuah motor DC dengan sistem umpan balik tertutup di mana posisi rotor-nya akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di dalam motor servo. Motor ini terdiri dari sebuah motor DC, serangkaian gear, potensiometer, dan rangkaian kontrol.
Kendali Motor Servo sederhana dengan menggunakan ATMEGA8535

nah kali ini saya membuat rangkaian sederhana untuk kontrol motor servo dengan ATMega8535, cara kerjanya yaitu Motor akan berputar secara perlahan 90 derajat , lalu 180 derajat, kemudian kembali lagi ke 0 derajat. siapkan bahannya, yaitu sebagai berikut:


  1. ATMega 8535 satu buah
  2. Capacitor 22pF dua buah
  3. Capcitor 10uF dua buah
  4. Crystal
  5. Resistor 10k satu buah
  6. SERVO satu buah


Rangkaianya seperti dibawah ini, atur angle dari motor servonya seperti dibawah ini
Kendali Motor Servo sederhana dengan menggunakan ATMEGA8535
Kendali Motor Servo sederhana dengan menggunakan ATMEGA8535

Listing Program :

==================================
#define F_CPU 16000000UL // 16 MHz clock speed
#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>

int main(void)
{
DDRC = 0x01; //Makes RC0 output pin
PORTC = 0x00;
while(1)
{
//Rotate Motor to 0 degree
PORTC = 0x01;
_delay_us(1000);
PORTC = 0x00;

_delay_ms(2000);

//Rotate Motor to 90 degree
PORTC = 0x01;
_delay_us(1500);
PORTC = 0x00;

_delay_ms(2000);

//Rotate Motor to 180 degree
PORTC = 0x01;
_delay_us(2000);
PORTC = 0x00;

_delay_ms(2000);
}
}

======================================================

selamat mencoba ya, semoga bermanfaat, sekian.

Wassalamualaikum

Kendali Motor DC sederhana menggunakan ICL293D dengan ATMega8535 - ELECTROZE


  1. Assalamualaikum


Halo :D saya akan berbagi tentang bagaimana cara membuat Kendali Motor DC sederhana menggunakan ICL293D dengan ATMega8535. rangkaian ini berfungsi untuk mengontrol 2 buah motor dc. oke disimak ya,  berikut ini bahan - bahanya

Kendali Motor DC sederhana menggunakan ICL293D dengan ATMega8535

  1. ATMega 8535 satu buah
  2. Capacitor 22pF dua buah
  3. Capcitor 10uF dua buah
  4. Crystal
  5. Resistor 10k satu buah
  6. IC L293D Satu buah
  7. Motor DC 2 buah
Buat skema nya seperti gambar di bawah, PORTB digunakan sebagai input untuk IC L293D.

Kendali Motor DC sederhana menggunakan ICL293D dengan ATMega8535

dan ini list programnya, menggunakan bahasa C( Atmel Studio)

===================================================
#ifndef F_CPU
#define F_CPU 16000000UL // 16 MHz clock speed
#endif

#include <avr/io.h>
#include<util/delay.h>
/*Includes delay.h header file which defines two functions, _delay_ms (millisecond delay) and _delay_us (microsecond delay)*/

int main(void)
{


DDRB=0x0f;
/*PB0,PB1,PB2 and PB3 pins of PortB are declared output ( i/p1,i/p2,i/p3 and i/p4 pins of DC Motor Driver are connected)*/
/*Start of infinite loop*/
while(1)
{


PORTB=0x0A;
/*Motor will move in forward direction*/
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
/*Motor will move in forward direction for 2s*/
PORTB=0x02;
/*Motor will move in left direction*/
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
/*Motor will move in left direction for 2s*/
PORTB=0x08;
/*Motor will move in right direction*/
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
/*Motor will move in right direction for 2s*/
PORTB=0x05;
/*Motor will move in reverse direction*/
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
/*Motor will move in reverse direction for 2s*/
PORTB=0x0f;
/*Robot will stop*/
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
_delay_ms(500);
/*Motor will stop for 2s*/


}


}
===========================================================

rangkaian ini masih sangat sederhana hanya berfungsi untuk memutar motor dc secara clockwise / anticlockwise, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Thursday, November 17, 2016

Skema Rangkaian Kontrol Led dengan Menggunakan ATMega 8535 - ELECTROZE

Skema Rangkaian Kontrol Led dengan Menggunakan ATMega 8535 - ELECTROZE

Assalamualaikum

saya mau ngepost lagi nih, kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara membuat skema rangkaian untuk Kontrol LED menggunakan ATMega8535. berikut bahan bahanya

Skema Rangkaian Kontrol Led dengan Menggunakan ATMega 8535

  1. LED 8 buah
  2. ATMega 8535 satu buah
  3. Capacitor 22pF dua buah
  4. Capcitor 10uF dua buah
  5. Crystal
  6. Resistor 10k satu buah
  7. Resitor 100 Ohm 8 buah


Baik langsung saja kita buat rangkaiannya seperti gambar di bawah ini menggunakan software proteus. Untuk Portnya saya menggunakan PORTC0 - PORTC7. cara kerjanya sederhana kok, hanya menghidupkan satu - persatu LED secara berurutan (dari PORTC 0 - PORTC 7) kemudian kembali lagi secara berurutan, setelah itu hidup bersamaan. hee
Skema Rangkaian Kontrol Led dengan Menggunakan ATMega 8535

kemudian atur konfigurasi ATMega 8535 dan Crystalnya seperti gambar di bawah.

Skema Rangkaian Kontrol Led dengan Menggunakan ATMega 8535

Kemudian buka software ATMEL Studio, buat project baru lalu ketik script yang ada di bawah ini, sudah saya beri keterangan biar mudah difahami. Jangan Lupa build.

Dan berikut Listing Programnya
=============================================================
#define F_CPU 16000000UL // 16 MHz clock speed

#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>

int main(void)
{
DDRC = 0xFF; //Insialisasi PORTC sebagai Output
while(1) //infinite loop
{
PORTC = 0x01; //PORTC0 HIDUP PORT C 2-7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC = 0x02; //PORTC1 HIDUP PORT C 0,3-7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC = 0x04; //PORTC2 HIDUP PORT C 0,1,3-7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC = 0x08; //PORTC3 HIDUP PORT C 0,1,2,4-7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC = 0x10; //PORTC4 HIDUP PORT C 0,1,2,3,5-7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC= 0x20; //PORTC5 HIDUP PORT C 0,1,2,3,4,6,7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC= 0x40; //PORTC6 HIDUP PORT C 0,1,2,3,4,5,7 MATI
_delay_ms(200); //delay
PORTC= 0x80; //PORTC7 HIDUP PORT C 0,1,2,3,4,5,6 MATI
_delay_ms(100); //delay
PORTC= 0xC0; //PORTC7,6 HIDUP PORT C 0,1,2,3,4,5 MATI
_delay_ms(100); //delay
PORTC= 0xE0; //PORTC7,6,5 HIDUP PORT C 0,1,2,3,4 MATI
_delay_ms(100);//delay
PORTC= 0xF0; //PORTC7,6,5,4 HIDUP PORT C 0,1,2,3 MATI
_delay_ms(100); //delay
PORTC= 0xF8; //PORTC7,6,5,4,3 HIDUP PORT C 0,1,2 MATI
_delay_ms(100); //delay
PORTC= 0xFC; //PORTC7,6,5,4,3,2 HIDUP PORT C 0,1 MATI
_delay_ms(100); //delay
PORTC= 0xFE; //PORTC7,6,5,4,3,2,1 HIDUP PORT C 0 MATI
_delay_ms(100); //1 second delay
PORTC= 0xFF; //PORTC0-7 ON
_delay_ms(1500); //delay
PORTC= 0x00; //PORTC0-7 OFF
_delay_ms(1500); //
PORTC= 0xFF; //PORTC0-7 ON
_delay_ms(75); //delay
PORTC= 0x00; //PORTC0-7 OFF
_delay_ms(75); //delay
PORTC= 0xFF; //PORTC0-7 ON
_delay_ms(75); //delay
PORTC= 0x00; //PORTC0-7 OFF
_delay_ms(75); //delayPORTC= 0xFF; //PORTC0-7 ON
_delay_ms(75); //delay
PORTC= 0x00; //PORTC0-7 OFF
_delay_ms(1250); //delay
}
return 0;

}
=================================================================


sekian sharenya, selamat mencoba & semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Skema sederhana penerapan Push Button sebagai Switching pada ATMega8535 - ELECTROZE

Assalamualaikum

Kali ini saya akan membagikan tutorial tentang penerapan push button. Push Button ini berfungsi sebagai pemberi masukkan atau perintah ke mikrokontroler, "HIGH" atau "LOW". sederhananya seperti itu. Tapi hal ini penting dipelajari agar nantinya kita bisa memahami tentang cara kerja dari sistem switching yang penerapanya lebih luas/rumit.Tutorial sederhana ini berupa switching untuk menghidupkan LED,
Skema sederhana penerapan Push Button sebagai Switching pada   ATMega8535
berikut bahannya


  1. LED satu buah
  2. ATMega 8535 satu buah
  3. switch / push button satu buah
  4. Capacitor 22pF dua buah
  5. Capcitor 10uF dua buah
  6. Crystal
  7. Resistor 10k satu buah
  8. Resitor 100 Ohm satu buah

buat rangkaianya dengan proteus seperti ini, untuk Konfigurasi  pin, gunakan PD0 sebagai input untuk push button, dan PC0 sebagai output ke LED
Skema sederhana penerapan Push Button sebagai Switching pada   ATMega8535
Skema sederhana penerapan Push Button sebagai Switching pada   ATMega8535

dan ini listing program nya menggunakan ATMEL Studio

===============================================================

#define F_CPU 16000000UL // 16 MHz clock speed

#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>

int main(void)
{
DDRC |= (1<<PC0); //PORTC as Output
// atau DDRC = 0x01;
DDRD &= ~(1<<PD0);//PORTD as Input
// OR DDRD = 0x00; //PORTD input
while(1) //infinite loop
{
if(PIND & (1<<PD0) == 1) //If switch is pressed
{
PORTC |= (1<<PC0); //Turns ON LED
_delay_ms(100); //3 second delay
PORTC &= ~(1<<PC0); //Turns OFF LED
}
}
}

================================================================

oke terimakasih selamat mencoba

Wassalamualaikum

Friday, November 11, 2016

Rangkaian Sistem Minimum Atmega 8535 - Electroze

Assalamualaikum,

Malem teman-teman, saya mau share nih, tentang rangkaian sistem minimum mikrokontroler ATMEGA 8535. tahu kan sistem minimum itu apa ? sistem minimum adalah skema rangkaian komponen elektronika yang dibutuhkan agar IC Mikrokontroler dapat beroperasi (digunakan).

Rangkaian Sistem Minimum ATMEGA 8535

Sistem minimum yang saya buat ini sudah bisa digunakan atau dihubungkan dengan komponen elektronika lain untuk menjalankan fungsi tertentu, semisal dihubungkan dengan LCD, sensor, LED, Motor DC dan lain sebagainya. berikut komponen yang perlu disediakan.

  1. Atmega 8535 Satu buah
  2. Crystall 11 MHz Satu buah
  3. Capacitor keramik 22pF dua Buah
  4. Capacitor keramik 47pF satu buah
  5. Capacitor 470uF satu buah
  6. Push button satu buah
  7. resistor 4,7K ohm satu buah
  8. pin header 

Berikut ini gambar skema rangkaian yang saya buat dengan Proteus

Rangkaian Sistem Minimum ATMEGA 8535

Dan ini gambat layoutnya :

Rangkaian Sistem Minimum ATMEGA 8535

demikian tadi rangkaian sismin yang saya buat, silahkan dicoba. Semoga bermanfaat ya 

Wassalamualaikum

Wednesday, November 9, 2016

Mengenal Gerbang Logika - Electroze

Assalamualaikum

Tau nggak gerbang logika itu apa ? Nah menurut Wikipedia Gerbang Logika adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Kalo sudah faham, saya akan menjelaskan beberapa macam gerbang logika, disimak ya



1. Gerbang AND

Gerbang AND adalah gerbang yang memiliki dua atau lebih masukkan (input) dengan hanya satu keluaran (output). Agar keluaran bernilai HIGH atau 1 maka semua keluarannya harus HIGH. Untuk lebih jelasnya lihat tabel kebenarannya.


Mengenal Gerbang Logika


Mengenal Gerbang Logika  

2. Gerbang OR

Gerbang OR adalah gerbang yang memiliki dua atau lebih masukkan (input) dengan hanya satu keluaran (output). Keluaran bernilai HIGH atau 1 Jika Salah satu masukkannya bernilai HIGH atau Semua Keluaranya Bernilai HIGH. Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini

Mengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang LogikaMengenal Gerbang Logika


3. Gerbang NOT

Gerbang NOT adalah gerbang yang memiliki fungsi inverter (pembalik). jika masukannya LOW keluaranya HIGH, dan jika masukkannya HIGH keluaranya LOW. lihat tabel dibawah.

Mengenal Gerbang LogikaMengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika

4. Gerbang NAND


Gerbang NAND (NOT-AND) adalah gerbang yang ber"kebalikan" dengan gerbang AND. Keluaran bernilai HIGH atau 1 Jika salah satu masukkanya bernilai HIGH. Jika semua masukkan bernilai HIGH maka keluarannya bernilai LOW. Lihat tabel di bawah
Mengenal Gerbang LogikaMengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika


5. Gerbang NOR


Gerbang NOR (NOT-OR) adalah gerbang yang ber"kebalikan" dengan gerbang OR. Keluaran bernilai HIGH atau 1 Jika semua masukkanya bernilai LOW. Jika Salah satu masukkan bernilai HIGH maka keluarannya bernilai LOW. Cek Tabel

Mengenal Gerbang LogikaMengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika

6. Gerbang XOR


Gerbang XOR (EXCLUSIVE-OR) gerbang yang memiliki keluaran bernilai HIGH atau 1 jika salah satu masukkan memiliki nilai yang berbeda, jika masukkanya sama maka keluarannya bernilai LOW. Mari lihat tabel kebenaran.

Mengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika

6. Gerbang XNOR


Gerbang XNOR (EXCLUSIVE-NOT-OR) gerbang yang memiliki keluaran bernilai HIGH atau 1 jika masukkannya memiliki nilai yang sama, jika nilai masukkanya berbeda maka keluarannya bernilai LOW. Lihat tabel kebenaran.

Mengenal Gerbang LogikaMengenal Gerbang Logika
Mengenal Gerbang Logika

Berikut pembahasan tentang gerbang logika, silahkan dipelajari semoga bermanfaat

wassalamualaikum


Tuesday, November 8, 2016

Membuat Downloader (Injected USB ASP) ATMEGA 8535 - Electroze

Assalamualaikum

Kali ini saya mau posting tentang bagaimana membuat rangkaian downloader untuk mikrokontroler ATMEGA 8535. bahan - bahanya sebagai berikut:

Membuat Downloader (Injected USB ASP) ATMEGA 8535

  1. Resistor 220K 1 buah
  2. Resistor 10K 1 buah
  3. Resistor 100 Ohm 2 buah
  4. Mikrokontroler ATMEGA 8535
  5. Connector USB 
  6. Keramik 33pf
  7. Push Button dua buah
  8. Crystal 16MHZ
  9. PCB wajib dong

Buat skemanya seperti ini 

Membuat Downloader (Injected USB ASP) ATMEGA 8535

dan ini layoutnya

Membuat Downloader (Injected USB ASP) ATMEGA 8535

Cara menggunakan :
  1. Sebelumnya mikrokontroler HARUS diisi firmware dahulu, caranya melalui downloader biasa, tapi setelah itu kita tidak perlu menggunakan downloader board lagi. karena ini hanya untuk menyeting fuse bit. Seting Fuse bitnya menjadi  Low Fuse bernilai 0xE1 dan High Fuse bernilai 0xD9
  2. Hubungkan rangkaian downloader tadi dengan PC/Laptop melalui USB, Pastikan driver USB ASP sudah terinstall di sistem.
  3. Jika ada warning "USB device not recognized", tekan tombol RESET 1 dan RESET 2bersamaan, kemudian lepaskan tombol RESET1 (RESET2 masih ditekan), tunggu kira2 1 detik, kemudian lepaskan tombol RESET2.
  4. Jika berhasil maka akan terdeteksi "USBasp
  5. Jika tidak kemungkinan driver USBasp belum terinstal, silahkan install terlebih dahulu.
  6. Gunakan software seperti, Khazama AVR, usb ASP, dan software lainnya untuk memasukkan program.

Sekian postingannya, silahkan dicoba, semoga berhasil, dan semoga bermanfaat 

Rangkaian Jam Digital LCD Menggunakan Mikrokontroler Atmega 16 - Electroze

Assalamualaikum

Halo :D , kali ini saya akan share tentang membuat Rangkaian Jam Digital LCD Menggunakan Mikrokontroler Atmega 16. Berikut bahannya ya :


  1.  LCD 16X2
  2. ATMEGA 16
  3.  Resitor 100 Ohm dua buah
  4. Push Button dua buah

buat rangkaiannya seperti gambar dibawah ini, Recomended pakai Proteus.

Rangkaian Jam Digital LCD Menggunakan Mikrokontroler Atmega 16

kemudian layoutnya jadi seperti ini

Rangkaian Jam Digital LCD Menggunakan Mikrokontroler Atmega 16

Untuk Scriptnya dibawah ini. Oiya software compilernya saya pakai Atmel studio. 

=====================================================================

#define F_CPU 4000000UL
#include <avr/delay.h>
#include <avr/io.h>
#include <string.h>
#include <avr/interrupt.h>

/*Global Variables Declarations*/
unsigned char hours = 0;
unsigned char minutes = 0;
unsigned char seconds = 0;
char time[] = "00:00:00";

/*LCD function declarations */
void LCD_send_command(unsigned char cmnd);
void LCD_send_data(unsigned char data);
void LCD_init();
void LCD_goto(unsigned char y, unsigned char x);
void LCD_print(char *string);
void LCD_update_time(void);

/*Timer Counter 1 Compare Match A Interrupt Service Routine/Interrupt Handler*/
ISR(TIMER1_COMPA_vect);

#define LCD_DATA_PORT PORTB
#define LCD_DATA_DDR DDRB
#define LCD_DATA_PIN PINB

#define LCD_CNTRL_PORT PORTC
#define LCD_CNTRL_DDR DDRC
#define LCD_CNTRL_PIN PINC

#define LCD_RS_PIN 5
#define LCD_RW_PIN 6
#define LCD_ENABLE_PIN 7
#define SET_HOUR 3
#define SET_MINUTE 4

int main(void)
{
unsigned char i;
LCD_init();
LCD_goto(1,2);
LCD_print("KELOMPOK TUJUH");
LCD_goto(2,4);
LCD_print(time);
LCD_CNTRL_PORT = (1<<SET_HOUR | 1<<SET_MINUTE);
TCCR1B = (1<<CS12|1<<WGM12);
OCR1A = 15625-1;
TIMSK = 1<<OCIE1A;
sei();
while(1)
{
if(!(LCD_CNTRL_PIN & (1<<SET_HOUR)))
{
hours++;
if(hours > 23)
hours = 0;
}
if(!(LCD_CNTRL_PIN & (1<<SET_MINUTE)))
{
minutes++;
if(minutes > 59)
minutes = 0;
}
_delay_ms(250);
}
}

/* This function sends a command 'cmnd' to the LCD module*/
void LCD_send_command(unsigned char cmnd)
{
LCD_DATA_PORT = cmnd;
LCD_CNTRL_PORT &= ~(1<<LCD_RW_PIN);
LCD_CNTRL_PORT &= ~(1<<LCD_RS_PIN);
LCD_CNTRL_PORT |= (1<<LCD_ENABLE_PIN);
_delay_us(2);
LCD_CNTRL_PORT &= ~(1<<LCD_ENABLE_PIN);
_delay_us(100);
}

/* This function sends the data 'data' to the LCD module*/
void LCD_send_data(unsigned char data)
{
LCD_DATA_PORT = data;
LCD_CNTRL_PORT &= ~(1<<LCD_RW_PIN);
LCD_CNTRL_PORT |= (1<<LCD_RS_PIN);
LCD_CNTRL_PORT |= (1<<LCD_ENABLE_PIN);
_delay_us(2);
LCD_CNTRL_PORT &= ~(1<<LCD_ENABLE_PIN);
_delay_us(100);
}

void LCD_init()
{
LCD_CNTRL_DDR = 0xFF;
LCD_CNTRL_PORT = 0x00;
LCD_DATA_DDR = 0xFF;
LCD_DATA_PORT = 0x00;
_delay_ms(10);
LCD_send_command(0x38);
LCD_send_command(0x0C);
LCD_send_command(0x01);
_delay_ms(10);
LCD_send_command(0x06);
}

/* This function moves the cursor the line y column x on the LCD module*/
void LCD_goto(unsigned char y, unsigned char x)
{
unsigned char firstAddress[] = {0x80,0xC0,0x94,0xD4};

LCD_send_command(firstAddress[y-1] + x-1);
_delay_ms(10);
}
void LCD_print(char *string)
{
unsigned char i;
while(string[i]!=0)
{
LCD_send_data(string[i]);
i++;
}
}
void LCD_update_time()
{
unsigned char temp;
LCD_goto(2,4);
itoa(hours/10,temp,10);
LCD_print(temp);
itoa(hours%10,temp,10);
LCD_print(temp);
LCD_print(":");
itoa(minutes/10,temp,10);
LCD_print(temp);
itoa((minutes%10),temp,10);
LCD_print(temp);
LCD_print(":");
itoa(seconds/10,temp,10);
LCD_print(temp);
itoa(seconds%10,temp,10);
LCD_print(temp);
}
/*Timer Counter 1 Compare Match A Interrupt Service Routine/Interrupt Handler*/
ISR(TIMER1_COMPA_vect)
{
seconds++;
if(seconds == 60)
{
seconds = 0;
minutes++;
}
if(minutes == 60)
{
minutes = 0;
hours++;
}
if(hours > 23)
hours = 0;
LCD_update_time();
}
=======================================================================

Selamat mencoba ya, semoga bermanfaat ya 

Rangkaian Catu daya 5V - Electroze

Hari ini saya akan share tentang membuat rangkaian catu daya 5V, Berikut bahannya


  1. Trafo CT
  2. Dioda Bridge
  3. IC 7805
  4. IC 7905
  5. Capacitor 4700uf dua buah
  6. Capacitor 10uf dua buah
  7. Tansistor 2955
  8. Resistor 270 Ohm dua buah
  9. Resistor 100 ohm satu buah
  10. LED dua buah

mari kita buat rangkaiannya seperti ini, Pin j1 j2 j3 adalah input dari trafo, sedangkan pin j4,j5,j6 adalah outputnya berupa + GND - .


Rangkaian Catu daya 5V

Kemudian buat layoutnya,

Rangkaian Catu daya 5V

mudahkan ? selamat mencoba, semoga bermafaat :)

Sunday, November 6, 2016

Rangkaian Motor Driver 12 Volt Sederhana - Electroze

Assalamualaikum,

Kali ini saya akan share tentang pembuatan rangkaian motor driver 12 Volt, menggunakan Relay.
Langsung saja siapkan Bahan :
  1. Relay dua buah
  2. Resistor 330 ohm dua buah
  3. Capacitor 1000uF 1 buah
  4. Transistor C9013 dua buah

buat rangkaiannya seperti gambar dibawah ini, dengan menggunakan software proteus


Rangkaian Motor Driver 12 Volt Sederhana

dan ini layoutnya 

Rangkaian Motor Driver 12 Volt Sederhana

oke sekian tutorial dari saya terimakasih :)

Wassalamualaikum